Selasa, 31 Mei 2016

Semua karena "Dia"


Ketika hati yang telah lama membeku akhirnya kini perlahan mulai mencair, setelah menemukan hati yang baru. Meski tidak sesempurna hati yang sebelumnya, setidaknya sudah cukup untuk mengobati luka lama. Terima kasih sebelumnya untuk kamu yang sudah memberikan seberkas cahaya di hati ini dan sejuta cibir tawa di kehidupan ku yang saat ini.
Meskipun aku memulainya seperti kisah yang lama, setidaknya aku sudah punya pengalaman di masa lalu agar aku dapat belajar dari kesalahan dan mengatasi masalah yang ada. Namun, tetap saja ada hal yang aku takutkan dengan diri ini. Ketakutan akan ketidakmampuan ku untuk menjaga amarah dan egois ku terhadap apa yang dilarangnya. Entah mengapa sulit kurasa untuk mengendalikannya, walaupun aku sudah berusaha untuk menjauhinya.
Maka dari itu, sebelum melakukan kesalahan itu lagi aku minta maaf dari sekarang. Jika nanti tiba masanya kita tidak dapat mempertahankan hubungan ini, jangan pernah kau membenciku. Namun, tetap bersikaplah seperti layaknya seorang teman yang menjaga komunikasi.
Karena aku sadar, tak akan mudah untuk bertahan dengan sikapku yang seperti ini, begitu juga untuk memahami sikapmu yang terkadang tidak mau mengakui kesalahanmu dan lebih mementingkan ego mu saja. Sama-sama belajar untuk memahami kekurangan dan kejelekkan sifat masing-masing dari pasangan. Walau tak mudah jika kita mau dikoreksi dan memperbaiki kesalahan dan kekurangan akan sifat diri ini, mudah-mudahan hubungan ini akan bertahan sampai kapanpun hingga maut yang akan memisahkan.
Amin ya rabbal’alamin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menggunting dalam lipatan (Kawan/Lawan)

Banyak teman tapi itu tak menjanjikan ia sebagai jaminan kawan. Kadang teman kita itu penjilat. Di depan kita seperti domba. Di belakang kit...