Ketika hati yang telah lama
membeku akhirnya kini perlahan mulai mencair, setelah menemukan hati yang baru.
Meski tidak sesempurna hati yang sebelumnya, setidaknya sudah cukup untuk
mengobati luka lama. Terima kasih sebelumnya untuk kamu yang sudah memberikan
seberkas cahaya di hati ini dan sejuta cibir tawa di kehidupan ku yang saat ini.
Meskipun aku memulainya seperti
kisah yang lama, setidaknya aku sudah punya pengalaman di masa lalu agar aku
dapat belajar dari kesalahan dan mengatasi masalah yang ada. Namun, tetap saja
ada hal yang aku takutkan dengan diri ini. Ketakutan akan ketidakmampuan ku
untuk menjaga amarah dan egois ku terhadap apa yang dilarangnya. Entah mengapa
sulit kurasa untuk mengendalikannya, walaupun aku sudah berusaha untuk
menjauhinya.
Maka dari itu, sebelum
melakukan kesalahan itu lagi aku minta maaf dari sekarang. Jika nanti tiba
masanya kita tidak dapat mempertahankan hubungan ini, jangan pernah kau
membenciku. Namun, tetap bersikaplah seperti layaknya seorang teman yang
menjaga komunikasi.
Karena aku sadar, tak akan mudah
untuk bertahan dengan sikapku yang seperti ini, begitu juga untuk memahami
sikapmu yang terkadang tidak mau mengakui kesalahanmu dan lebih mementingkan
ego mu saja. Sama-sama belajar untuk memahami kekurangan dan kejelekkan sifat
masing-masing dari pasangan. Walau tak mudah jika kita mau dikoreksi dan
memperbaiki kesalahan dan kekurangan akan sifat diri ini, mudah-mudahan
hubungan ini akan bertahan sampai kapanpun hingga maut yang akan memisahkan.
Amin ya rabbal’alamin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar